Tahapan Proses Perencanaan Bisnis

Tahapan proses memulai dan menjalankan bisnis dalam Nurmalina et al. (2016), sebagai berikut: materi sebelumnya dapat di baca disini

Penjelasan tahapan proses pada gambar 8, sebagai berikut:

  • Mengeksplorasi ide bisnis dan fokus pada satu ide yang diinginkan. Tahapan mencari ide bisnis dalam Pramudiana et al. (2016) sebagai berikut:
  • Menganalisis faktor internal (kekuatan/strength dan kelemahan/ weakness usaha yang dibidik) dan faktor eksternal (peluang/ opportunity dan ancaman/threatness dari luar usaha atau bisnis) yang dapat mempengaruhi keberjalanan bisnis yang akan dilakukan.
  • Menyusun proposal perencanaan bisnis yang berisi perencanaan pasar, perencanaan produksi & sumber daya manusia (SDM), dan perencanaan keuangan, resiko & kemitraan.
  • Perencanaan Pemasaran
  • Perencanaan Produksi
  • Perencanaan SDM
  • Perencanaan Keuangan, Resiko, dan Kemitraan
  • Memulai mengimplementasikan proposal perencanaan bisnis yang telah disusun. Pengimplementasian proposal perencanaan bisnis tersebut harus dilaksanakan berdasarkan dengan tahapan atau prosedur dalam proposal perencanaan bisnis tersebut.
  • Monitoring dan evaluasi perencanaan bisnis (perencanaan pasar, perencanaan produksi & sumber daya manusia (SDM), dan perencanaan keuangan, resiko & kemitraan)

Tahapan menyusun perencanaan bisnis dalam Pramudiana et al. (2016), sebagai berikut:

Pertama ,Ide Bisnis, Ide biasanya dapat muncul dan berkembang di dalam benak pikiran manusia, mungkin muncul kapan saja dan di mana saja. Untuk dapat direalisasikan ke dalam perencanaan bisnis dikerucutkan sehingga mudah untuk dilaksanakan. Ide yang berada di dalam benak wirausahawan akan tumbuh dan dapat memberikan beberapa motivasi kuat yang akan digunakan untuk Perencanaan keuangan, resiko & kemitraan Menggambarkan perhitungan keuangan dan sumber pendanaan serta proyeksi pendapatan, biaya-biaya, dan keuntungan. Menggambarkan resiko yang dapat terjadi ketika menjalankan bisnis disertai dengan partisipasinya atau dengan cara lain  mengalokasikan dana dengan tepat sasaran untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal dan dapat memberikan keuntungan mitra sebagai investor. mengkaji serta membuat ide-ide.
Kedua, Tahap Perumusan Konsep Bisnis, Perumusan konsep bisnis memiliki tujuan yaitu untuk mengubah ide bisnis menjadi pemikiran, yang kemudian pemikiran tersebut dirumuskan menjadi konsep bisnis. Konsep bisnis merupakan penjabaran suatu ide bisnis menuju dimensi bisnis yang lebih relevan. Konsep bisnis yang dirumuskan harus dapat membuktikan apa yang akan menjadi nilai dari sebuah bisnis. Proposisi apa yang ditawarkan kepada konsumen, apa yang menjadi sumber penerimaan dan biaya apa yang harus dikeluarkan. Konsep bisnis harus memunculkan model bisnis.


Ketiga, Tahap Studi Kelayakan Bisnis, Tahap selanjutnya adalah konsep bisnis selanjutnya harus disetujui kelayakan usahanya. Beberapa faktor yang harus diselesaikan ketika wirausaha melakukan analisis kelayakan bisnis sebagai berikut:
a) Kelayakan pasar dan pemasaran, yang meliputi:
(1) Potensi pasar dan pangsa pasar
(2) Produk, promosi, harga dan distribusi.
(3) Segmenting, penargetan, dan positioning


b) Kelayakan operasional / teknis, yang meliputi:
(1) Pasokan bahan baku produksi.
(2) Peralatan dan mesin.
(3) Kebutuhan tenaga kerja skill atau unskill untuk produksi
(4) Teknik produksi.

c) Kelayakan manajemen dan organisasi, yang meliputi:
(1) Kebutuhan karyawan administrasi
(2) Desain organisasi


d) Kelayakan keuangan, yang mencakup:
(1) Sumber dana dan modal
(2) Proyeksi arus kas & laba rugi
(3) Analis Kelayakan: Net Present Value, Interest Rate ofReturn (IRR), dan Payback Period (PP).


keempat, Tahap Penyusunan Rencana Tindakan, Perbedaan mendasar antara kegiatan studi kelayakan bisnis dan penyusunan Rencana Bisnis berkaitan dengan aspek manajemen strategik dan operasionalnya. Dalam studi kelayakan bisnis analisis yang dilakukan bertujuan untuk melihat layak tidaknya sebuah bisnis agar pelaksanaannya dapat efisien. Sementara dalam Rencana Bisnis, pimpinan puncak suatu bisnis sebagai ahli strategi akan mengajukan bisnis baru yang akan dijalankan di dalam semua portofolio bisnis yang disesuaikan dengan visi, misi, dan tujuan yang ingin dicapai dalam jangka panjang. Dalam Rencana Bisnis harus terlihat rencana tindakan (action) untuk merealisasikan bisnis yang disetujui. Rencana Bisnis sudah ada arahan untuk merealisasikan bisnis lengkap dengan rencana cadangannya, jika rencana utama gagal.
About Imam Punarko 204 Articles
saya menyukai digital marketing terutama teknisi SEO, Programmer Website, desain website, website yang saat ini di kembangkan pakimam.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*