memahami karyawan dan konsumen dari generasi z

memahami karyawan dan konsumen dari generasi z

setiap masa punya generasi yang berbeda-beda, pengaruh zaman yang kuat membentuk karakter secara umum pada masyarakat tersebut. bila saat ini sebagian besar dipengaruhi oleh teknologi gadget yang begitu kuat, bisa jadi pernah dalam sejarah terdapat generasi yang dipengaruhi faktor lain seperti budaya, perkembangan ekonomi, perang, dsb.

Generasi yang saat ini sedang berjaya mungkin dapat dikatakan generasi Z. apa itu generasi Z?

Generasi Y adalah fase generasi yang lahir dalam rentang tahun kelahiran 1981 sampai dengan 1994, kamu masuk gak kriteria ini. Generasi ini disebut juga dengan sebutan generasi milenial yang saat ini genarasi ini menjadi kaum mudah disebuah negara, yang sudah mengenal teknologi seperti komputer, video games, dan smartphone.

pertama kali Generasi Y mulai dipakai pada editorial koran besar Amerika Serikat pada Agustus 1993. Generasi memilik ciri khusus dimana teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instant messaging dan media sosial seperti facebook, line, path, instagram, whatsapp, dan twitter. game juga menjadi ciri yang dominan dari generasi ini.

saat ini lah generasi z ini mulai tumbuh dewasa dan berkembang, mereka mulai memainkan peran di masyarakat. bila kita pengusaha,karyawan kita lahir dari generasi z ini. itu kalau memang karyawan kita rata-rata masih muda.

sementara itu konsumen dari generasi ini mulai memegang peranan penting dalam penentuan sikap memutuskan pembelian.

lalu apa saja yang harus kita ketahui dari mereka, pada dasarnya kita akan menemukan banyak cara melihatnya, namun kali ini saya akan diskusikan 2 saja.

Gen Z takut berhutang untuk pendidikan

bila dahulu pendidikan adalah sesuatu yang dikejar lebih utama dibanding yang lain, maka saat ini bisa jadi anda akan menemukan bahwa mereka fokus pada hal lain.

rata-rata alasan mereka akan sangat beragam terkait hal tersebut. rekan saya yang punya kekayaan melimpah lebih memilih mengembangkan karir di banding melanjutkan pendidikan. memang ini kasuistik tapi bisa jadi banyak orang disekitar anda berfikir hal yang sama.

dalam laporannya Rave mencatat bahwa lebih dari setengah (66%) dari Gen Zers berencana untuk menghadiri kuliah di negara bagian untuk menghemat uang sekolah, sementara 19% berencana untuk tinggal di rumah atau pulang-pergi untuk menghemat biaya hidup. sementara itu, Sebagian besar (88%) lulusan tahun 2017, lulusan pertama Z, memilih jurusan berdasarkan ketersediaan pekerjaan. Oleh karena itu apa yang dicari oleh Generasi Zers dari majikan mereka juga unik.

Gen Z ingin penghasilan tinggi, pekerjaan stabil, dan bersedia bekerja keras

meskipun dari sisi pendidikan mereka lebih cenderung untuk menghemat, berbanding terbalik bila mereka melihat sisi pekerjaanya. generasi z bukanlah generasi yang loyal dalam hal pekerjaan bila anda dianggap kurang dalam memberikan penghasilan. mereka dapat saja melakukan resign dari pekerjaan dan beralih kepekerjaan lain.

namun generasi z juga punya kemauan bekerja keras dibanding dengan generasi sebelumnya, kemampuan mereka dalam bekerja keras. mereka kuat dalam memanfaatkan teknologi, hal ini yang membuat generasi z unggul dalam menyelesaikan masalah pekerjaan.

 

sekian dulu diskusinya, pada dasarnya generasi terus mengalami perubahan tinggal kita mengambil sikap dan peluang dalam menjadikan setiap generasi keunggulan bagi bisnis kita.

semoga bermanfaat

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*