Category Archive Materi Marketing

Menganalisis Pasar

Produsen dan pemilik produk melakukan berbagai macam cara agar produk yang dibuatnya dapat diserap konsumen secara optimal. lihatlah bagaimana sebuah perusahaan besar dapat memiliki ribuah bahkan puluhan ribu karyawan untuk terus memproduksi setiap harinya.

bisa dibayangkan bila produk yang diproduksi tidak terserap pasar secara optimal atau parahnya dapat menyebabkan produk tidak laku dijual, bagaimana perusahaan besar itu menutup biaya operasionalnya. namun, hal itu jarang terjadi selama produsen mengetahui kebutuhan konsumennya.

dalam melihat kebutuhan konsumen dibutuhkan adanya analisis pasar yang baik, lalu bagaimana sebuah perusahaan dapat menganalisis pasar? maka kita perlu mengetahui apa itu analisis pasar?

definisi menganalisis pasar

Analisis adalah kegiatan melakukan evaluasi kondisi dari sebuah gejala yang dapat diamati, untuk kemudian mengambil kesimpulan dalam rangka menyelesaikan masalah.

sementara pasar adalah menurut William J . Stanton pada tahun 1993 yang mengatakan bahwa pasar adalah kegiatan sekumpulan orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja , dan kemauan untuk membelanjakan. Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika Serikat atau Amerika Marketing Association adalah sesuatu pelaksanaan kegiatan usaha perdagangan yang kemudian di arahkan secara khusus untuk barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

dapat disimpulkan menganalisis pasar adalah kegiatan melakukan evaluasi terkait usaha perdagangan barang dan jasa dari produsen dan konsumen yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja, dan kemauan untuk belanja.

untuk dapat memahami pasar secara baik maka diperlukan pemahaman tentang perilaku konsumen sendiri. dimana perilaku konsumen adalah:

studi bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli barang, dan membagikan barang, jasa, ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.

perlu diketahui bahwa perilaku konsumen ini menjadi fokus para pebisnis, istilahnya bila kita mengetahui masalah konsumen kemudian mengetahui kebutuhan konsumen maka dapat dipastikan sebuah bisnis akan berkembang dengan pesat. untuk lebih memahami perilaku konsumen mari kita lihat pengertian perilaku konsumen menurut para ahli.

Berikut adalah beberapa definisi perilaku konsumen menurut para ahli :

  1. Menurut Engel, Blackwell dan Miniard
    Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan produk dan jasa, termasuk didalamnya adalah proses keputusan yang mengawali serta mengikuti tindakan pembelian tersebut. Tindakan tersebut adalah terlibat secara langsung dalam proses memperoleh, mengkonsumsi bahkan membuang atau tidak jadi menggunakan suatu produk atau jasa tersebut.
  2. Menurut Schiffman dan Kanuk
    Perilaku konsumen adalah suatu proses yang dilalui oleh seorang pembeli dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi serta bertindak pada konsumsi produk dan jasa, maupun ide yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan seseorang tersebut.
  3. Menurut The American Marketing Association
    Perilaku konsumen adalah proses membagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku dan lingkungan dimana seseorang melakukan pertukaran aspek kehidupannya.
  4. Menurut Mowen
    Perilaku konsumen merupakan aktivitas ketika seseorang mendapatkan, mengkonsumsi atau membuang barang atau jasa pada saat proses pembelian.

Jenis perilaku konsumen

Perilaku konsumen ini diantaranya ditandai dengan ciri-ciri yang melingkupi perilaku konsumen baik yang secara rasional dan irrasional diantaranya adalah :

  • Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan

kebutuhan menjadi alasan pertama seseorang membeli produk, kebutuhan apalagi kebutuhan dasar akan menjadi pilihan yang harus dipenuhi, bila tidak eksistensi dirinya akan terganggu. memproduksi kebutuhan dasar akan membantu konsumen akan dengan otomatis membuat seseorang mendapatkan barang tersebut. contoh dari barang ini adalah sandang seperti pakaian, pangan seperti beras, atau tempat tinggal untuk papan.

  • Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen

barang yang memberi kepuasan paling optimal akan mendapatkan perhatian konsumen lebih. dalam membeli barang dagangan tentu kita melihat ada barang-barang yang memiliki kesamaan namun terdeferensiasi berdasarkan merek, bentuk, dan kondisi. namun pada hakikatnya konsumen akan memilih produk yan gpaling memberi pengaruh optimal bagi konsumen.

  • Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin

mutu menjadi hal yang paling utama dalam sebuah produk diterima di pasar, produk yang memiliki mutu tidak selalu memiliki harga yang tinggi, namun untuk menciptakan barang bermutu tentu membutuhkan usaha dan biaya yang lebih dibanding produk yang biasa saja. konsumen akan dengan sendirinya mengerti tentang mutu sebuah produk setelah menggunakannnya atau mendapatkan review dari sebuah produk sehingga produk tersebut akan terus dipakai oleh konsumen.

  • Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen

konsumen memiliki kemampuan masing-masing dalam membeli barang dagangan dengan mengetahui kemampuan konsumen membeli produk akan diterima oleh pasar. untuk itu banyak produk yang memiliki kualitas yang baik namun tidak diterima pasar lantaran harganya terlalu mahal. memilih harga yang tepat maka barang akan diterima oleh konsumen.

sedangkan, konsumen juga memiliki beberapa ciri-ciri irrasional ketika memutuskan untuk membeli barang, banyak sekali contoh produk yang mendapatkan perhatian konsumen karena lantaran trend dan alasan lain yang diluar jangkauan ahli pemasaran. untuk itu mari kita lihat ciri-ciri perilaku irrasional konsumen :

  • Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik
  • Konsumen memilih barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas
  • Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise

faktor-faktor mempengaruhi perilaku konsumen

  • faktor budaya

budaya dan sub budaya mempunyai peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi perilaku konsumen, banyak sekali produk yang berada dipasaran adalah produk yang dipengaruhi oleh budaya masyarakatnya. tidak sama antara satu wilayah dengan wilayah lain dengan sebuah produk, hal ini yang membuat perusahaan besar melakukan studi untuk melihat perilaku konsumen tersebut.

Dalam budaya, terdapat sub-budaya yang lebih menampakkan identifikasi dan sosial khusus bagi para anggotanya.  diantara beberapa hal yang termasuk sub-budaya adalah agama, kebangsaan, kelompok ras, dan wilayah geografis. berbagai perusahaan selalu merancang program pemasaran secara khusus untuk melayani mereka. Pemasaran lintas budaya muncul dari berbagai riset pemasaran yang baik.

pernah lihat bagaimana Mc Donald salah satu perusahaan dunia yang menyediakan makan fash food, disetiap Negara McD menyesuaikan beberapa menunya dengan kondisi budaya didaerahnya.

  • faktor sosial

perilaku konsumen sendiri juga dipengaruhi oleh faktor sosial, kondisi sosial masyarakat di setiap daerah, wilayah, bahkan negara tentu berbeda-beda, faktor sosial ini ditandai dengan adat istiadat yang berlaku dan menjadi nilai dinegara tersebut. diantara yang menjadi faktor sosial yang penting dalam perilaku konsumen adalah :

  1. kelompok acuan, Kelompok acuan seseorang terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap orang tersebut yang dinamakan dengan kelompok keanggotaan. Beberapa kelompok keanggotaan merupakan anggota primer seperti keluarga, teman sejawat dan sebagainya.
  2. Keluarga, adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan para anggota keluarga menjadi kelompok acuan primer yang paling berpengaruh dalam menentukan pembelian konsumen. Kehidupan pembeli terdiri dari dua keluarga. Keluarga orientasi dan keluarga prokreasi. Keluarga orientasi terdiri dari orang tua dan saudara kandung seseorang. Keluarga prokreasi adalah pasangan dan anak kandung.
  3. peran dan status, adalah sebuah peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang dan masing-masing peran menghasilkan status yang berbeda-beda. direktur hingga petugas kebersihan di sebuah perusahaan adalah contoh peran dan status dalam sebuah perusahaan yang menentukan perilaku yang berbeda-beda.

yang terakhir adalah faktor pribadi yang menentukan dalam perilaku pembelian konsumen.

  • faktor pribadi

pribadi menjadi faktor yang dapat dikatakan paling besar dalam menentukan pembelian, perilaku konsumen setiap pribadi berbeda-beda. pribadi-pribadi tidak sama dalam menentukan produk dan jasa yang digunakan. beberapa hal yang mempengaruhi pribadi diantaranya adalah :

  • usia dan siklus tahap hidup, Konsumsi seseorang terbentuk oleh siklus hidup karena orang membeli barang dan jasa yang berbeda-beda sepanjang hidupnya, setiap jenjang tentu tidak sama dalma pemenuhan kebutuhan hidupnya.
  • pekerjaan dan lingkungan sosial,Pekerjaan yang sekarang anda jalani? lingkungan sosial tempat anda tinggalsangat mempengaruhi pola konsumsi seseorang. Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok pekerjaan yang memiliki minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa mereka.
  • kepribadian dan konsep diri,  tentu setiap orang sangat berbeda yang memengaruhi perilaku pembeliannya. Kepribadian adalah cara bawaan psikologis manusia yang khas serta unik yang menghasilkan tanggapan yang relatif konsisten terhadap rangsangan lingkungannya.
  • gaya hidup dan nilai, seseorang  tentu berbeda dalam hal gaya hidup dan nilai-nilai yang dianutnya. Gaya hidup adalah pola seseorang di dunia yang dapat diamati pada aktivitas, minat dan opininya. Para pemasar berusaha mencari hubungan antara produk merekan dan kelompok gaya hidup.

Empat Psikologi konsumen

konsumen dalam melihat sebuah produk dan jasa tentu mempunyai tanggapan-tanggapan yang berbeda-beda. tanggapan ini lah yang menentukan seseorang memutuskan untuk membeli atau mengabaikan sebuah produk. diantara psikologi konsumen diantaranya adalah : Motivasi, Persepsi, pembelajaran, dan memori.

sementara itu proses pengambilan konsumen diantara adalah :

  1. pengenalan masalah
  2. pencarian informasi
  3. keyakinan dan sikap
  4. model harapan-nilai
  5. keputusan pembelian

semoga bermanfaat…