Begini Cara Berhenti Donasi di Unicef yang Benar

Cara Berhenti Donasi Unicef
Cara Berhenti Donasi Unicef

hari ini saya akan share sebuah artikel tentang Unicef, sebuah lembaga dibawah perserikatan bangsa-bangsa yang sudah lebih dari 60 tahun terus menjangkau jutaan anak-anak yang di Indonesia melalui bantuan pembangunan dan kemanusiaan.

Sejarah Unicef Di Indonesia

Unicef di Indonesia tidak terbilang baru dalam membantu kebutuhan anak-anak di Indonesia. ketika pertama kali UNICEF berada di Indonesia membantu darurat untuk mencegah kelaparan di pulau lombok tahun 1948.

selanjutnya, perjanjian kerjasama secara resmi ditandai dengan penandatanganan dengan pemerintah republik Indonesia pada saat itu dalam membangun dapur susu di Yogyakarta yang pada saat ini menjadi pusat pemerintahan.

dan pada tahun 1969 ketika pemerintah melakukan perencanaan pembangunan lima tahun atau REPELITA pada saat itu. UNICEF terlibat dalam bantuan teknis dilapangan sebab wilayah Indonesia yang sangat luas tentu membutuhkan peran serta lembaga nasional dan internasional salah satunya adalah PPB dalam hal ini UNICEF.

komitmen yang besar dalam dunia anak-anak salah satunya dengan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak-anak dimana saja. dimana anak merupakan potensi besar bangsa Indonesia itu sendiri, jangan sampai anak menjadi generasi gagal akibat tidak di kelola dengan baik.

bila anda tertarik untuk mengenal UNICEF silahkan anda mengunjungi website yang tersedia untuk mengetahui informasi lebih lengkap.

Peran UNICEF bagi bangsa Indonesia

sebelum saya membahas topik hari ini tentang Cara Berhenti Donasi Unicef, ada baiknya kita mengenal UNICEF lebih dalam lagi.

UNICEF berperan dalam merealisasikan hak-hak anak – terutama bagi yang paling miskin dan terkucilkan – sebagaimana diabadikan dalam Konvensi Hak Anak dan diartikulasikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)

selain hal diatas UNICEF memiliki peran diantaranya adalah :

  • membantu mitra nasional untuk memantau dan mengukur kemajuan anak
  • memperhatikan hak-hak dasar anak seluruh anak dipelosok negeri
  • hadir didaerah disparitas dan kesenjangan layanan yang besar
  • berperan bagi 80 juta anak yang ada di Indonesia

karya UNICEF yang dapat kita lihat hari ini diantaranya adalah :

Perlindungan anak

beberapa fakta yang terjadi saat ini adalah 18 persen anak perempuan dan 24 persen anak laki-laki terpengaruh. Anak laki-laki terutama menghadapi risiko serangan fisik di sekolah.

selain itu, Anak perempuan remaja cenderung lebih rentan terhadap praktik tradisional yang berbahaya seperti perkawinan anak dan mutilasi alat kelamin perempuan (FGM) dibandingkan anak laki-laki. 

Di sisi hukum, kekerasan terhadap anak belum dilarang dalam semua pengaturan (perkosaan dalam pernikahan masih diizinkan), dan sistem keadilan untuk anak-anak belum memprioritaskan perlindungan bagi semua anak yang berurusan dengan hukum.

langkah yang dilakukan UNICEF saat ini adalah, UNICEF melakukan pembangun sistem perlindungan anak yang komprehensif secara nasional untuk mencegah dan menanggulangi kekerasan, pelecehan, penelantaran dan eksploitasi.

Pendidikan dan remaja

hal selanjutnya UNICEF fokus pada pendidikan dan remaja diantara fakta yang terjadi saat ini,  anak-anak sekolah menengah pertama (SMP) berusia 13 hingga 15 tahun dari rumah tangga termiskin, lima kali lebih mungkin putus sekolah daripada anak-anak dari rumah tangga terkaya.

Secara geografis, angka putus sekolah berkisar dari 1,3 persen di Yogyakarta – kota yang relatif makmur – hingga 22 persen di Papua – provinsi paling timur dan termiskin di negara ini Banyak anak sekolah yang harus berjuang untuk menguasai keterampilan akademik dasar. Kurang dari separuh siswa berusia 15 tahun di Indonesia hanya memiliki tingkat kemahiran membaca minimum dan kurang dari sepertiga yang mencapai tingkat kemahiran dalam matematika (PISA 2015).

solusi dari UNICEF diantaranya UNICEF bekerja dengan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan akses  terhadap pendidikan dan kualitas pendidikan untuk anak-anak yang paling terpinggirkan yang berusia 3-18 tahun, termasuk anak-anak dengan disabilitas dan mereka yang berada dalam situasi kemanusiaan.

Kesehatan khususnya anak

kesehatan anak juga menjadi fokus dari UNICEF berada di Indonesia, 1 dari 30 anak meninggal sebelum mencapai usia lima tahun, dengan rentang 1 dari 10 di beberapa kabupaten di Indonesia Timur – wilayah yang paling tertinggal di negara ini. Bayi yang baru lahir sangat rentan, diperkirakan mencapai 50 persen dari semua kematian pada tahun pertama kehidupan, dengan 75 persen kematian terjadi pada tahun pertama kehidupan. Sayangnya, upaya dalam menurunkan angka kematian bayi baru lahir mengalami penurunan dalam dekade terakhir.

Kelangsungan hidup anak telah meningkat secara substansial di Indonesia selama beberapa dekade terakhir, dengan angka kematian bayi dan balita yang berkurang lebih dari separuh antara tahun 1990 dan 2017. Selain itu, saat ini lebih dari separuh kabupaten sudah bebas malaria; sejak tahun 2014 jumlah wanita hamil yang dites HIV meningkat lima kali lipat dan jumlah wanita hamil yang memulai pengobatan antiretroviral meningkat dua kali lipat; dan 201 juta orang telah terdaftar dalam program asuransi kesehatan pembayar tunggal (BPJS) terbesar saat ini di dunia.

Nutrisi anak di Indonesia

Indonesia telah mengalami banyak peristiwa penting dalam perjalanannya untuk menjadi negara berpenghasilan menengah /midlle trap. Di antaranya penurunan angka kematian anak dan meningkatnya penerimaan anak di sekolah dasar secara signifikan.

Jutaan anak-anak dan remaja Indonesia tetap terancam dengan tingginya angka anak yang bertubuh pendek (stunting) dan kurus (wasting) serta ‘beban ganda’ malnutrisi dimana terjadinya kekurangan dan kelebihan gizi.

solusi yang ditawarkan oleh UNICEF diantaranya adalah Meningkatkan lingkungan yang mendukung gizi, dan memperkuat sistem untuk pemberian layanan gizi. Aspek ini termasuk memberikan saran kebijakan, koordinasi dan dukungan advokasi; membantu menghasilkan bukti praktik terbaik dalam nutrisi; dan memberikan bantuan teknis untuk memperluas cakupan dan kualitas layanan gizi berdampak tinggi untuk anak-anak dan perempuan, terutama yang paling rentan 

Air, Sanitasi dan Kebersihan (WASH)

Hampir 25 juta orang di Indonesia tidak menggunakan toilet. Mereka buang air besar di ladang, semak, hutan, parit, jalan, sungai atau ruang terbuka lainnya. Buang air besar sembarangan bukan hanya merendahkan martabat manusia, tetapi juga berisiko besar terhadap kesehatan anak dan masyarakat.

Kualitas air yang buruk tidak terlepas dari kondisi sosial ekonomi. Sebuah survei air minum 2017 di Yogyakarta, sebuah pusat kota yang makmur di Jawa, menemukan bahwa 89 persen sumber air dan 67 persen air minum rumah tangga terkontaminasi oleh bakteri tinja.

Unicef sendiri saat ini mendukung pemerintah Indonesia untuk mempercepat akses ke pasokan air, sanitasi, dan kebersihan yang dikelola dengan aman. UNICEF juga membantu memperkuat kualitas data pemerintah dan sistem pemantauan sehingga program WASH relevan secara lintas sektoral kesehatan, gizi dan tingkat kesehatan yang lebih luas serta intervensi sosial dapat diperluas.

Berdonasi untuk anak Indonesia

sebagai seorang insan manusia yang mungkin cukup bersyukur bisa tinggal di perkotaan dan tidak mengalami masalah diatas sudah selayaknya bersyukur.

memang sebagai bangsa yang besar peran pemerintah dirasa tentu kurang maksimal tanpa adanya bantuan dari elemen masyarakat lainnya.

bila kita lihat karakter bangsa Indonesia yang suka tolong, dan membantu merupakan warisan luhur bangsa ini. bila di telisik lebih dalam maka bangsa ini merupakan bangsa yang dermawan. dimana masyarakatnya rajin memberi dan berbagi, lembaga-lembaga kemanusiaan tumbuh subur di Indonesia baik lembaga zakat, maupun lembaga sosial lainnya.

untuk itu jika kita ingin berdonasi dalam upaya mengurai masalah diatas dapat langsung mengunjungi halaman ini : https://www.supportunicefindonesia.org/contact-us

cara berdonasinya pun dapat dilakukan dengan langkah-langkah yang sudah dijelaskan diantaranya adalah dengan mengunjungi website, memilih tipe donasi , informasi diri, dan di akhiri dengan memilih cara berdonasi.

https://www.supportunicefindonesia.org/upload/www.supportunicefindonesia.org-how-to-donate.jpg

Cara Berhenti Donasi Unicef

lalu bagaimana seandainya kita ingin berhenti berdonasi di UNICEF, pihak UNICEF sudah mengatur bagaimana kita dapat melakukannya, diantaranya adalah :

Hubungi Layanan donatur (021) 8066 2100

Email ke ids.donorlove@unicef.org

Jam Operasional: Senin – Jumat pukul 09.00 – 17.00

kesimpulan

selain cara berhenti donasi di UNICEF, perjanjian kerjasama secara resmi ditandai dengan penandatanganan dengan pemerintah republik Indonesia pada saat itu dalam membangun dapur susu di Yogyakarta yang pada saat ini menjadi pusat pemerintahan, menandai UNICEF sebagai lembaga yang peduli dengan nasib anak-anak di Indonesia.

melalui 5 programnya diantaranya adalah perlindungan anak, pendidikan dan remaja, kesehatan, nutrisi dan wash menjadi UNICEF merupakan lembaga yang serius membangun jati diri anak-anak di Indonesia.

semoga saja anak-anak di Indonesia dapat lebih setara lagi dalam segara akses baik pendidikan, kesehatan, dan perlidungan.

About Imam Punarko 204 Articles
saya menyukai digital marketing terutama teknisi SEO, Programmer Website, desain website, website yang saat ini di kembangkan pakimam.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*