Berpolitik Rasulllulah SAW tanpa menista agama lain

Nabi muhammad SAW merupakan nabi yang mulia, kemuliannya akan memberikan warna berbeda bagi umat manusia. akhlaknya mencakup banyak hal yang dapat di lihat dari akhlak beliau semasa hidupnya. Rasullulah SAW merupakan orang yang paling tabligh artinya apa yang disampaikan oleh Allah SWT maka akan segera di sampaikan kepada umatnya.

tidak ada yang beliau sembunyikan semuanya disampaikan apa adanya, hanya sebagai nabi dan rasul, Muhammad shallallahu alaihi wasallam juga seorang pemimpin politik dan kepala negara. Rasulullah SAW tidak pernah menggunakan cara-cara mengadu domba, menista agama atau menjelekkan kelompok lain.

Seorang pemeluk agama islam tidak seharusnya menghina apalagi menjatuhkan agama lain. Hal tersebut telah ditegaskan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya.

“ Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.

Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Qs al-An’am : 108)

hal ini yang Rasullulah SAW yang selalu ajarkan, bagi kita yang saat ini sedang berjuang membela agama ini, maka kita dilarang keras menistakan agama lain. namun, juga kita jangan berdiam diri lantaran agama kita di hina atau dihujat.

Rasullulah SAW sangat marah bahkan ketika ada wanita muslim di pasar di hinakan oleh orang-orang Yahudi. walaupun buntut dari pelecehan itu terjadi pemukulan terhadap sahabat Rasullulah SAW, ia tidak tinggal diam dan mengambil sikap.

namun sewajarnya bagi umat muslim haram hukumnya kita mudah teradu domba, disinilah peran pemimpin bangsa yang harus segera menegakkan keadilan bagi orang -orang yang dengan sengaja menista agama orang lain. hingga membuat umat Islam reda dan tidak tersulut. pemimpin juga harus instrospeksi bahwa umat muslim ibarat lebah yang tidak akan mengusik atau menyakiti bila tidak di usik.

kembali Rasulullah SAW memiliki pribadi yang menjadi suri teladan yang menjadi contoh dan membangkitkan umat dari keterpurukan. Dahulu tidak ada pembaharu yang dapat mengubah masyarakat dari kejahiliyahan, menjadi masyarakat yang mendunia. Baik dari tingkah laku, ilmu serta gaya hidup.

Baik ucapan dan prilaku, Rasulullah selalu membuat perubahan yang bernilai bagi kehidupan banyak orang. Ia berkata, tidak pernah satu kali pun Rasulullah berucap yang tidak baik, karena kebenaran yang selalu keluar dari mulutnya.

bila ada seseorang yang menistakan agama orang lain, dapat di pastikan ia bukan muslim, karna memang hakikatnya ia sudah keluar dari apa yang digariskan dalam agama yang mulia ini.

wallahu a’lam

wassalammualaikum wr wb

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*